Sunday, October 07, 2012
Kiat-kiat agar Anak suka sayuran
Tidak sedikit kalangan ibu-ibu yang sering mengeluhkan anaknya tidak mau makan sayuran. Padahal banyak kandungan vitamin yang bermanfaat bagi pertumbuhannya.
Vitamin A yang terdapat pada wortel akan membantu kejernihan mata anak yang sedang dalam masa pertumbuhan. Lantas bagaimana agar anak-anak mau memakan sayuran?
Berikut ada beberapa kiat yang bisa Anda lakukan agar sang anak tertarik untuk menyantap sayuran.
1. Saat acara makan bersama tunjukkan minat orang tua terhadap sayuran. Ini sangat efektif karena anak cenderung akan meniru apa yang orang tuanya lakukan.
2. Tambahkan sayuran ke dalam makanan favorit anak Anda. Misalnya anak Anda sangat menyukai nasi goreng, maka tambahkan sayuran pada nasi goreng tersebut.
3. Ajak anak untuk berbelanja sayuran ke swalayan. Biarkan anak untuk memilih sayuran yang ia mau,biasanya hal demikian akan memudahkan anak untuk memakan sayur karena ia yang telah memilih apa yang akan dimakannya.
4. Campurkan kaldu pada sayuran agar dirasakan lebih gurih oleh anak.
5. Sekali-kali berikan motivasi melalui bacaan cerita atau dongeng yang mengisahkan tentang manfaat sayuran.
6. Libatkan anak saat memasak sayuran. Dengan suasana yang menyenangkan anak akan lebih bersemangat mencoba hal-hal yang baru di dapur, namun orang tua harus lebih mengawasinya agar tidak melakukan hal-hal yang membahayakannya selama di dapur.
7. Tetap bersabar jika anak tidak mau makan sayur, terus dicoba akan tetapi jangan memaksanya. Justru dengan semakin dipaksa, anak akan semakin menghindari sayur dan menjauhinya.
8. Variasi dalam memasak. Perlu disiasati pula dalam memasak sayuran agar anak tertarik untuk memakan sayuran. Misalnya Anda mencampurakannnya dengan telor dadar.
9. Kreatifitas menghiasi makanan anak dengan sayuran. Anda bisa membuat wajah di piring nasi goreng anak dengan mata dari kacang polong, rambut dari bayam, bibir dan hidung dari wortel, dan telinga dari bunga brokoli. Tentu hal ini akan menarik perahatian anak dan mereka terdorong untuk memakannya karena bentuknya yang lucu.
Selamat mencoba
Labels: Artikel Anak
Read more!
Friday, July 20, 2012
Mengajarkan Anak berpuasa di bulan Suci Ramadhan
Ibu bulan Suci Ramadhan sdh di depan mata bahkan sebagian Umat Islam sdh ada yg berpuasa di hari ini 20 Juni 2012, ...
Untuk Ibu yg memiliki buah hati yg sdh berusia 6 tahun atau sdh masuk SD kelas 1 sdh bisa loh di ajarkan untuk mengenal berpuasa :-)
Berikut beberapa hal yg harus Ibu perhatikan selama mengajarkan dan mengenalkan anak untuk berpuasa di bulan Ramadhan
1. Mulailah dgn cara memberitahukan tujuan dan manfaat dari berpuasa tsb,
2. Jgn lupa bangun juga mereka untuk sahur bersama keluarga,...
3. Lihat kondisi fisik si kecil bila meungkinkan mulailah dgn berpuasa 1/2 kemudian berbuka kemudian lanjut lagi dari jam 1 siang berpuasa sd waktu berbuka puasa,...
4. Beri mereka challenge di awal bulan biasa bila mereka sukses melakukan ibadah puasanya,...
5. Ajak juga mereka untuk mengikuti sholat tarawih di mesjid,...
6. Isilah hari dgn kegiatan yg bermanfaat dan kreatif agar si kecil memiliki kegiatan dan tidak merasa terlalu lama menunggu saat berbuka puasa,...
7. Usahakan untuk selalu menyajikan makanan yg berserat tinggi buat si kecil agar stamina nya cukup selama menjalankan ibadah puasa,...
Selamat beribadah ya Ibu dan semoga si kecil kita lancar ibadah puasanya :-)
Labels: Artikel Anak
Read more!
Tuesday, June 19, 2012
Waktu Yang Tepat Anak Masuk Sekolah
Di tengah persaingan ketat saat ini banyak orang tua yang memilih sekolah unggulan bagi anaknya. Bahkan para orang tua berlomba untuk memasukkan anaknya ke sekolah-sekolah meski masih berusia dini dengan tujuan agar mereka tidak ketinggalan arus kemajuan dunia ilmu pengetahuan.
Namun sebenarnya ada batas kemampuan anak yang diidentifikasikan bisa mengikuti pendidikan formal seperti sekolah dasar (SD). Kemampuan anak tersebut didasarkan pada aspek kesiapannya mengikuti proses akademik di sekolah.
Maka tidak heran jika ada orang tua yang memasukkan anaknya ke PAUD atau TK, hal ini ditujukan agar sang anak dapat lebih siap mengahadapi atmosfer pendidikan di sekolah dasar.
Meskipun pada praktik belajar dan mengajarnya berbeda dengan TK yang lebih banyak permainan, namun setidaknya anak-anak yang pernah mengikuti pendidikan di PAUD atau TK tidak akan terlalu “kaget” memasuki dunia sekolah.
Indikator-idikator kesiapan anak ini akan terakumulasi nantinya dalam sebuah keberhasilan sang anak mengikuti proses belajar di sekolah.
Indikator yang pertama adalah kemampuan motoriknya berupa kemampuan otot-ototnya untuk melakukan gerakan seperti memegang pensil untuk menulis.
Kedua kemampuan berbahasa, kemampuan ini pada nantinya akan membantu anak untuk berkomunikasi dan memahami intruksi yang diarahkan oleh guru.
Ketiga, kemampuan emosional. Kemampuan ini akan memudahkan anak untuk bersosialisasi dengan teman-temanya di sekolah, serta kemampuan anak untuk bisa memunculkan sikap mengahrgai dan menghormati teman dan guru di sekolah.
Keempat, kemampuan kemandirian.
Kemandirian ini perlu sekali bagi anak yang memasuki fase pendidikan formal. Kemandirian ini erat kaitannya dengan kemampuan anak untuk tidak lagi sepenuhnya tergantung kepada orang tua.
Selajutnya peran orang tua untuk terus membimbing tidak terputus. Bimbingan yang diberikan bukan lagi seperti kepada anak kecil yang semuanya harus di bantu akan tetapi berikan bimbingan yang berupa pengarahan misalnya bagaimana mengikat tali sepatu yang benar, Anda berikan contoh satu kali selanjutnya anak yang melakukannya sendiri dengan terus dipantau oleh Anda.
Kelima kemampuan kognitif, yakni kemampuan anak dalam berfikir dan memahami pelajaran yang diberikan di sekolah, serta kemampuan ini akan membantu anak pula dalam menyelesaikan pekerjaan rumahnya (PR).
Labels: Artikel Anak
Read more!
Monday, March 12, 2012
Jajanan Bagi Anak
Masa kanak-kanak merupakan masa ingin mencoba semua makanan apalagi makanan yang berwarna-warni akan membuat anak-anak tertarik untuk membeli dan memakannya. Namun yang perlu diperhatikan adalah kandungan gizi pada makanan yang dibeli.
Orang tua jangan menganggap asal anak senang, jajanan apapun yang diinginkan oleh anak maka Anda sebagai orang tua akan membelikannya.
Padahal Anda tidak tahu komposisi yang membentuk makanan tersebut.
Anda harus kritis dan selektif saat memilihkan jajanan untuk anak. Saat ini banyak sekali zat-zat berbahaya yang dicampurkan dalam makanan dan sangat mengerikan jika anak Anda mengkonsumsinya. Berikut ada beberapa tips memilih jajanan yang sehat bagi anak :
1. Dilihat dari segi warna.
Anda bisa membedakan antara makanan yang berwarna yang mencolok dan tidak. Jika ada makanan yang warnanya mencolok dan mengkilat maka sudah dipastikan makanan tersebut menggunakan pewarna makanan. Biasanya pewarna terdapat dalam jajanan snack atau makanan ringan.
2. Lakukan tester/mencoba rasanya.
Kesensitifan lidah akan mendeteksi jajanan tersebut berbahaya atau tidak. Apabila lidah Anda merasakan rasa makanan yang tajam dan tidak biasanya dari makanan yang lainnya , seperti rasa manis atau gurih yang berlebihan dan diakhiri dengan rasa agak pahit. Makanan yang seperti itu tidak baik untuk dikonsumsi.
3. Cium baunya.
Apabila makanan sudah tercium bau apek atau tengik, maka makanan tersebut sudah kadaluarsa dan terkontaminasi oleh jamur. Untuk mengetahuinya Anda bisa cek di kemasan makanan mengenai data kadaluarsanya. Makanan semacam itu tidak direkomendasikan untuk dibeli dan dimakan.
4. Lihat komposisinya.
Baca dengan teliti komposisi makananannya apakah ada bahan-bahan
yang berbahaya bagi kesehatan atau tidak.
yang berbahaya bagi kesehatan atau tidak.
5. Agar lebih yakin terhadap kualitas makanan, maka Anda bisa mengeceknya dengan melihat izin BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan).
Oleh karena itu orang tua harus berperan aktif dalam mengawasi jajanan yang dikonsumsi oleh anak. Namun jika anak Anda sudah sekolah, tentu pengawasan yang dilakukan akan berbeda.
Anda dapat membekali anak sebelum berangkat sekolah dengan air mineral, jus buah, atau berupa makanan berupa roti isi daging dan sayur, dsb serta makanan lainnya yang sudah
Anda pilih kualitasnya yang baik bagi kesehatan anak.
Anda pilih kualitasnya yang baik bagi kesehatan anak.
Labels: Artikel Anak
Read more!
Friday, March 02, 2012
Memilih Buah untuk Anak
Buah merupakan salah satu asupan nutrisi yang baik bagi anak-anak. Bagi anak Anda yang masih bayi dan baru menginjak usia 6 bulan, inilah fase yang tepat bagi Anda untuk mengenalkan buah-buahan kepada mereka. Mengingat pencernaan anak-anak masih dalam tahap adaptasi terhadap makanan yang masuk selain air susu ibu sehingga pencernaan anak usia 6 bulan belum kuat untuk menerima buah-buahan yang keras dan memiliki rasa asam yang tinggi. Memilih buah-buahan untuk anak harus yang mempunyai rasa manis dan kaya nutrisi. Buah yang aman dikonsumsi untuk anak-anak diantaranya buah pisang sunripe dan ambon. Pisang dengan kandungan vitamin A, fosfor, dan asam folat akan bermanfaat bagi pertumbuhan anak Anda.
Selain itu pisang juga dipercaya untuk melancarkan pencernaan anak. Selain pisang, Anda bisa memilihkan buah apel untuk anak. Apel memiliki kelebihan yakni mengandung vitamin C, A, kalium, kalsium, magnesium, dan antioksidan.
Semua kandungannya tersebut akan membantu anak Anda menigkatkan imunitas tubuhnya terhadap serangan penyakit. Tetapi harus diingat pilihlah apel yang tidak keras dan rasanya manis.
Buah yang bisa menjadi pilihan Anda adalah buah labu. Buah ini memiliki kekayaan serat yang tinggi sehingga bermanfaat bagi pencernaan bayi saat buang air besar. Di samping itu buah labu juga tidak keras sehingga bayi usia 6 bulan atau anak yang belum sempurna pertumbuhan giginya bisa mencerna buah labu ini.
Agar anak lebih menyukai buah labu, biasanya ada beberapa orang tua yang mengolahnya menjadi bubur sehingga anak-anak lebih menyukainya.
Di samping buah-buahan di atas yang aman untuk anak-anak, ada pula buah-buahan yang harus Anda hindarkan dari menu buah-buahan untuk anak. buah tersebut diantaranya buah durian. Pencernaan anak-anak belum siap untuk menerima zat-zat keras yang terkandung dalam durian, jika dipaksakan dimungkinkan mereka akan muntah.
Selanjutnya buah yang sebaiknya tidak dikonsumsi oleh anak-anak adalah buah nanas, jeruk, dan stawbery yang memiliki tingkat rasa asam yang tajam dan hal seperti ini akan membahayakan pencernaannya.
Labels: Artikel Anak
Read more!
Saturday, February 25, 2012
Perlukah Setiap Permintaan Anak Dipenuhi?

Setiap orang tua pasti akan menyayangi anaknya. Sebagai wujud kasih sayangnya itu, orang tua akan berusaha memberikan yang terbaik bagi anaknya. Orang tua akan memenuhi setiap permintaan anaknya sesuai dengan kemampuan maksimal yang dimiliki orang tua. Dengan begitu, anak akan merasa bahagia dan senang keinginannya selalu terpenuhi dengan mudah.
Akan tetapi dibalik itu semua sebenarnya Anda telah menanamkan sifat lemah kepada anak saat mereka beranjak dewasa. Tanpa mengurangi kebahagian anak, Anda sebagai orang tua memang memiliki kewajiban memenuhi segala kebutuhannya namun harus ada nilai moral yang harus Anda berikan kepada anak di samping memberikan barang-barang kesukaannya.
Dengan selalu memberikan kemudahan kepada anak atas segala permintaannya maka selanjutnya anak akan mengandalkan orang tua selamanya untuk memenuhi segala kebutuhan.
Anak akan mudah kecewa jika suatu saat keinginannya tidak terpenuhi karena biasanya mereka selalu terpenuhi keinginannya. Selain itu, anak tidak belajar mandiri karena mereka menganggap untuk memnuhi kebutuhannya tidak memerlukan usaha yang keras sebab ada orang tua yang menanggungnya.
Untuk menghindari hal demikian, maka Anda bisa memberikan nasehat kepada anak yang disampaikan secara ringan misal saat berkumpul makan dan menonton TV.
Atau bisa juga Anda tanamkan kebiasaan menabung kepada anak, dengan begitu Anda mengajarkan mandiri dan pengertian berusaha untuk mengumpulkan uang agar bisa membeli barang yang diinginkannya.
Dengan membiasakannya menabung akan mengajarkan kepada anak tentang pengelolaan uang dan berlaku hemat dalam menggunakannya.
Selain itu, harus diberi tahu pula tentang skala prioritas pemenuhan kebutuhan. Mana yang didahulukan jika anak menginginkan barang mainan sedangkan buku tulisnya telah habis ? Maka Anda harus memberikan masukan bagi anak untuk memilih barang yang lebih penting bagi sekolahnya, dengan memberikan pengertian seperti itu dijamin anak Anda akan selalu mempertimbangkan setiap keinginannya dengan kebutuhan dasarnya.
Pendidikan moral yang Anda sampaikan kepada anak harus dengan metode yang halus dan tidak bersifat kasar atau membentak-bentaknya agar bisa sesuai dengan yang Anda harapkan tetapi Anda sampaikan dengan tetap memberikan ketenangan kepada anak bahwa Anda akan memenuhi keinginannya, akan tetapi dengan catatan Anda meminta mereka harus rajin belajar dan mengerjakan PR, Secara tidak langsung anak akan memaknai take and give diantara dirinya dan orang tua.
Akan tetapi dibalik itu semua sebenarnya Anda telah menanamkan sifat lemah kepada anak saat mereka beranjak dewasa. Tanpa mengurangi kebahagian anak, Anda sebagai orang tua memang memiliki kewajiban memenuhi segala kebutuhannya namun harus ada nilai moral yang harus Anda berikan kepada anak di samping memberikan barang-barang kesukaannya.
Dengan selalu memberikan kemudahan kepada anak atas segala permintaannya maka selanjutnya anak akan mengandalkan orang tua selamanya untuk memenuhi segala kebutuhan.
Anak akan mudah kecewa jika suatu saat keinginannya tidak terpenuhi karena biasanya mereka selalu terpenuhi keinginannya. Selain itu, anak tidak belajar mandiri karena mereka menganggap untuk memnuhi kebutuhannya tidak memerlukan usaha yang keras sebab ada orang tua yang menanggungnya.
Untuk menghindari hal demikian, maka Anda bisa memberikan nasehat kepada anak yang disampaikan secara ringan misal saat berkumpul makan dan menonton TV.
Atau bisa juga Anda tanamkan kebiasaan menabung kepada anak, dengan begitu Anda mengajarkan mandiri dan pengertian berusaha untuk mengumpulkan uang agar bisa membeli barang yang diinginkannya.
Dengan membiasakannya menabung akan mengajarkan kepada anak tentang pengelolaan uang dan berlaku hemat dalam menggunakannya.
Selain itu, harus diberi tahu pula tentang skala prioritas pemenuhan kebutuhan. Mana yang didahulukan jika anak menginginkan barang mainan sedangkan buku tulisnya telah habis ? Maka Anda harus memberikan masukan bagi anak untuk memilih barang yang lebih penting bagi sekolahnya, dengan memberikan pengertian seperti itu dijamin anak Anda akan selalu mempertimbangkan setiap keinginannya dengan kebutuhan dasarnya.
Pendidikan moral yang Anda sampaikan kepada anak harus dengan metode yang halus dan tidak bersifat kasar atau membentak-bentaknya agar bisa sesuai dengan yang Anda harapkan tetapi Anda sampaikan dengan tetap memberikan ketenangan kepada anak bahwa Anda akan memenuhi keinginannya, akan tetapi dengan catatan Anda meminta mereka harus rajin belajar dan mengerjakan PR, Secara tidak langsung anak akan memaknai take and give diantara dirinya dan orang tua.
Labels: Artikel Anak
Read more!
About Me
- Name: NurhayATI
- Location: Handil, Kal-Tim, Indonesia
Kenalkan Aku Nurhayati Dulu pertama kali ngeBLOG tahun 2006 Aku dikenal dgn nama "Bunda Radit", sekarang setelah Radit punya Adik rasanya gak adil deh kalau masih memakai nama tsb jadilah sekarang aku ganti dgn "NurhayATI " Ibu Radit dan Bagas ;-)
Berbisnis dgn Modal 39.900
Previous Post
Blog Kami Juga
Cari Artikel
KUMPULAN ARTIKEL BAYI
designed by Kriswantoro
© 2006
designed by Kriswantoro
© 2006







